Ev Gamma Febriyandi

Ibadah raya 12 - minggu, 30 Juni 2019
Rekaman Khotbah : Ev Gamma Febriyandi
Ibadah Raya 12 – Minggu, 30 Juni 2019 di GBI Bumi Anggrek Bekasi

Ringkasan Khotbah

Bersukacita di Tengah Proses

Seberapa banyak di antara kita di semester 1 tahun 2019 ini telah mengalami kelahiran baru. Baik berupa berkat, proses, kehidupan, sekolah atau melayani dengan lebih baik.
Seberapa banyak kita mengalami proses dari Tuhan. Proses berbeda dari masalah. Masalah itu karena kita yang buat dan membuat kita bingung dan capek. Proses itu diizinkan Tuhan untuk membuat kita terus naik. Seperti di sekolah ada ujian dan di kantor ada assignment. Jadi kehidupan di dalam Tuhan selalu mengalami proses untuk membuat kita terus naik. Mungkin dalam proses itu kita mengalami berat dan menyita iman kita, padahal seharusnya kita bersuka cita di tengah proses tersebut.
Apakah dengan demikian kita hanya berdiam diri saja atau seharusnya bersukacita? Karena pasti ada satu janji Tuhan di ujung proses itu. Albert Einstein mengatakan kehidupan seperti roda kadang di atas kadang di bawah. Tapi hukum kekristenan berbeda karena senantiasa kita akan dibawa naik di dalam Tuhan.
Apakah sukacita sebuah pengurapan atau pilihan? Sebuah pilihan. Jadi apakah kita mau tetap bersukacita dalam proses.
Ilustrasi pelayanan buru-buru dan ditabrak mobil dari depan. Kondisi tidak dapat diubah tapi respon yang bisa diubah

Alasan kita harus bersukacita di tengah proses:

1) Kuasa Tuhan tidak terbatas
Kita hendaknya menjadi pribadi yang tidak membatasi kuasa Tuhan dalam hidup kita

Yohanes 14:12 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa;

Kuasa Tuhan tidak terbatas dalam hidup kita. Sehingga kita tidak perlu kuatir dan menderita dalam kesakitan. Kita bisa lihat mujizat dalam Alkitab melampaui Ilmu pengetahuan.
– Petrus berjalan di atas air.
– Lazarus dibangkitkan
– Perwira di Kapernaum meminta hambanya yang sakit di rumah dan sembuh
– Wanita pendarahan yang memegang jubah Yesus dan disembuhkan.
Mereka semua tidak membatasi kuasa Tuhan. Tapi ketika kita tidak percaya pada Tuhan maka kita akan membatasi kuasa Tuhan melakukan mujizat dalam hidup kita.
Percaya pada kuasa Tuhan tidak bisa dari perkataan saja, tapi harus dengan tindakan.
Contoh mau ditraktir tapi harus ada tindakan datang ke restorannya
Jadi dalam kehidupan sehari-hari kita harus melakukan iman tersebut. Percaya dan berserah pada Tuhan. Lagu kubrikan hatiku dan jiwaku, semuanya (bukan setengah) kubrikan bagimu. Jadi kita harus melangkah dengan iman.
Kesaksian seorang Ketua Youth, hidup dekat dengan Tuhan. Dalam kegelapan, terperosok ke jurang, dan bisa pegang cabang pohon, berdoa Tuhan tolong kirimkan malaikatmu, Tuhan menjawab lepaskan saja tanganmu. Tapi tidak mau lepas karena anggap Tuhan tidak berhikmat. Padahal jarak dengan tanah hanya pendek sekali.
Membatasi kuasa Tuhan dengan tidak mengikuti kehendak Tuhan, tapi mengikuti pikiran sendiri.
Joni Eareckson Tada pada usia 17-18 thn, mengikuti ekskul loncat Indah, dan pada suatu kejuaraan melakukan salah gerakan sehingga kepalanya terbentur dan lumpuh tubuh total. Setelah satu tahun baru dia bangkit, menyadari kuasa Tuhan tidak dapat dibatasi oleh keterbatasan dia, dan juga oleh perkataan orang lain. Dia kemudian mendirikan stasiun radio motivasi dan Yayasan Wheel for the World. Memperoleh 6 gelar doktor. Menjadi pengacara buat kaum disabilitas. Dan hobi melukisnya menghasilkan lukisan dengan harga > USD 1000. Di masa tuanya bahkan menjadi penasihat Presiden AS Barack Obama.
Apapun tidak boleh membatasi baik kepintaran kita atau hal lain apapun.

2) Rencana Tuhan tidak pernah gagal

Yeremia 29:11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

Berjalan dengan iman karena kita tahu bahwa Tuhan akan selalu membuat kita berhasil.
– Di tengah kegagalan rencana Simon Petrus ada rencana Tuhan yang sedang berhasil di dalam hidupnya.
– Yusuf dibuang di sumur dan dipenjarakan. Di tengah kegagalan Yusuf, tetap ada rencana Tuhan yang tidak gagal.
Kadang kita sering merasa takut.
Ilustrasi : orang tidak bisa berenang, dibawa ke kolam dengan kedalaman 3.5m pasti tidak akan berani, namun berbeda dengan anak kecil yang akan berani langsung nyemplung, karena dia tidak tahu akan tenggelam.
Jadi jangan sok tahu dengan pikiran kita. Apalagi jika Tuhan sudah suruh. Jangan takut lagi. Jangan membatasi kuasa Tuhan dengan ketakutan kita. Jadi lakukan dengan segenap hati dan iman kita untuk melakukan perintah Tuhan.
Ilustrasi oma opa reunian. Pergi ke Eropa Paris. Di tengah taman bunga ada air mancur ada Signage : Siapa yang mengambil batu ini akan menyesal, tapi yang tidak mengambil akan lebih menyesal. Seorang kakek diam-diam ambil 5 batu. Dia menyesal karena berat, dan sampai di rumah hanya ditaruh di meja. Suatu hari temannya datang dan melihat batu tersebut, dan mau mencoba menggosoknya dan ternyata batu tersebut berharga @ 10 juta.
Biarlah Firman Tuhan seperti batu itu. Kita ambil dan menyesal atau lebih menyesal jika kita tidak ambil. Jadi lebih baik ambil dan menyadari Firman tersebut belum kita jalankan dalam hidup dan paradigma kita. Daripada orang yang tidak mengambil Firman tersebut dan akan lebih menyesal.
Percaya Tuhan Yesus tidak akan pernah gagal dalam hidup kita dan Dia akan segera datang kedua kali
Penglihatan tentang kedatangan Tuhan sudah dekat. Seorang Kadept SM kunjungi sebuah cabang dan ada seorang anak SM dapat penglihatan, ada meja makan dan ada makanan enak, tapi yang makan tidak ada. Minggu berikut datang ke cabang lain, dan ada anak yang lain mendapat penglihatan lagi dan sama persis dengan penglihatan terdahulu. Meja makan warna putih, panjang sekali, makanan banyak dan tidak ada yang makan
Orang yang percaya pada Tuhan dan tidak membatasi kuasa Tuhan, berserah akan masuk dalam pesta perkawinan anak domba. Masakan sudah siap, jadi waktunya sudah sangat singkat. Mari kita masuk dalam kriteria tersebut. Percaya sepenuhnya dan tidak membatasi kuasa Tuhan dan melakukan dengan tindakan.

 

EKSEKUTOR PELAKU YANG BAIK

Ulangan 28:13 TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia,

naik apabila engkau mendengarkan perintah Tuhan dan dilakukan dengan setia
Apa yang membuat kita menjadi Eksekutor Firman Tuhan yang baik?
Murid Yesus punya kharakter berbeda. Jika ada murid Tuhan dipilih jadi ketua kelas kira2 siapa akan terpilih ? Petrus. Karena Dia paling aktif menjawab pertanyaan Yesus, dan jika tidak ditanya dia akan bertanya, paling agresif dan eksekutor yang baik.

Lukas 5:1-7 Pada suatu kali Yesus berdiri di pantai danau Genesaret, sedang orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah.
2 Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya.
3 Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu.
4 Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon: “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.”
5 Simon menjawab: “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga.”
6 Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak.
7 Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam.

Ayat mudah dibaca. Yesus sudah mendesign bahwa Dia akan naik perahu Simon

1) Mengalami Tuhan

Simon dengan wajah kagum, melihat ikan dan menengok ke Yesus dan dia merasakan hadirat Tuhan, sehingga mendedikasikan diri pada Tuhan. Jangan hanya alami mujizat Tuhan tapi alami juga Tuhan. Jangan fokus pada mujizat tapi juga pembuat mujizat. Dalam Tahun Kelahiran Baru kita juga jangan hanya berpikir mujizat tapi biarkan Yesus masuk dalam hidup kita dan kita memiliki kasih mula-mula. Mujizat itu hanya sempat membuat kita terpesona, dan hendaknya sepenuhnya terpesona pada pemberi mujizat. Bagaimana cara kita mengalami Tuhan, hanya dengan membaca Firman Tuhan dan berdoa.
Ilustrasi anak milenial wajib cari colokan dan wifi. Wifi = hubungan dengan Tuhan, membuat kita dekat dengan Tuhan, mudah berdoa dan mendengarkan jawaban Tuhan, ketika bingung dan kuatir kita mudah bicara
Colokan = sesuatu yang harus dicharge, kita ke gereja dan cool, komunitas. Fokus kita mengalami Tuhan

2) Tinggalkan ketakutan dan reality dunia tapi berani melangkah

Matius 14:27-31 Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka: “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!”
28 Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: “Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air.”
29 Kata Yesus: “Datanglah!” Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus.
30 Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: “Tuhan, tolonglah aku!”
31 Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: “Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?”

hanya Petrus yang melangkahkan kaki ke air
Ilustrasi takut kecoa, pemberani
Petrus pemberani melangkah, bukan berarti tidak pernah takut, tapi tidak berdiam dalam ketakutan.
Apa yang membuat Petrus berani :
1) Karena Yesus yang suruh. Dia tahu Tuhan karena dia dekat dengan Tuhan. Apakah kita masih takut dengan perintah Tuhan. Atau meragukan kuasa Tuhan dalam hidup kita.
2) Ilustrasi tidak bisa berenang diajak ke kolam 3.5m. Dibandingkan dengan bayi yang tidak tahu kalau dia akan tenggelam. Orang Kristen takut karena sok tahu. Tahu realita, pengalaman, berhitung, kepintaran membuat kita takut. Petrus tidak peduli orang lain bicara tapi dia melangkah mengikuti Yesus. Tinggalkan pikiran dalam realita dunia, tapi ikuti
3) Petrus pernah menyangkal Yesus 3x, dan murid lain tercerai berai. Dan berpikir Yesus kalah di kayu salib. Padahal Dia bisa saja lakukan mujizat saat itu, tapi tidak dilakukan karena Dia melakukan kehendak Bapa. Dan Petrus kembali mencari ikan, namun pagi itu tidak mendapatkan ikan. Rencana Petrus gagal. Tapi ada rencana Tuhan yang berhasil. Yesus minta tebarkan jalanya. Dan ada mujizat yang sama dengan mujizat yang mula pertama yaitu ada ikan banyak. Petrus lari, tapi Yesus biarkan, Petrus berpikir Yesus kalah, tapi Tuhan tidak kalah. Dan Petrus mengalami kembali kasih yang mula-mula. Dan Petrus segera lari menghampiri Yesus, karena dia tahu itu Tuhan, hal itu karena kedekatan dengan Yesus. Masih ingatkah kita terhadap kasih mula-mula. Mari kita buka hati kita. Izinkan Yesus masuk dalam hidup kita.

Silakan share :