IR3 – Minggu, 29 Oktober 2017
Rekaman Khotbah
Ringkasan Khotbah
– Jadikan kalimat “Sampai akhir ku menutup mata” menjadi tema dalam diri kita terutama anak muda
– Filemon 1:8-22
– Tahun Mujizat Penuaian
– jangan berpikir hanya memenuhi kursi kosong
– Tapi pertahankan yang di dalam
– Filemon orang kaya, banyak ternak dan budak, salah satunya onesimus
– Filemon = orang yg penuh kasih
– Onesimus = orang yg berguna
– setelah dipenjara jadi anak Tuhan
– tdk jd Kristen saat hidup di tengah orang Kristen
– Apakah orang yg rusak bisa bertobat di dalam sebuah gereja
– adakah jemaat gereja tsb peduli dan mementor, daripada menghakiminya
– Mahatma Gandhi gagal jadi Kristen krn melihat tingkah laku org kristen, meskipun salut pada Kristus
Pelajaran dari Onenimus
1) Bertobat di penjara
2) Diubah kan kharakternya
3) Ditanggung kan hutang nya
– jadilah mentor dan penolong, bukan hakim
– jadi trouble maker, milik Ilah hati yg mau di bentuk
– Kesaksian adik kandung
4) Pemulihan nama baik
– jangan pikirkan apakah jiwa tsb akan berbalik atau tidak, tapi tetaplah berbuat baik, tidak mengharapkan balasan
5) Jangan lari dari masalah, tetap stay, dan mau diperbaiki
– Onesimus jadi pemimpin gereja di Efesus
– Paulus memberikan contoh teladan, meskipun sebenarnya bukan tanggung jawab Paulus, tapi Filemon
– kunci Paulus adalah kerendahan hati, tdk hanya perintah tapi menjadi teladan
– ubah cara pandang thd gereja
– gereja harus tergembalakan dengan baik
– orientasi gereja adalah jiwa-jiwa
Karena Kristus datang bagi jiwa2
GBU


