5 Menit Yang Memberkati Blessed in 5 Minutes

 

 

Edisi 14

Pray With Faith

Dibawakan oleh Helen Christie Seubelan

Shalom!
Selamat Pagi Bapak Ibu Saudara yang terkasih dalam Tuhan, Bersama saya Hellen Christie dalam program 5 Menit Yang Memberkati. Tema renungan pada hari ini adalah PRAY WITH FAITH (Berdoa dengan IMAN)

Dalam Markus 11:24 mengatakan, “Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.” 

Saudara, Ketika kita berdoa dengan rendah hati, kita memohon kepada Tuhan, kita menggantungkan kehidupan kita kepada Tuhan, yang perlu kita lakukan adalah mintalah dengan sungguh-sungguh dan percaya bahwa Dia yang empunya Kerajaan, Dia yang adalah sang Penebus umat manusia, Dia yang menyediakan segala keperluan kita, PASTI mengasihi kita dan mendengar setiap doa-doa kita.

Pada ayat tadi, Tuhan Yesus memberitahukan kepada kita bahwa Ketika kita berdoa, kita harus percaya bahwa kita telah menerimanya. Janganlah kiranya kita malah duduk dan bertanya-tanya: Apa iya Tuhan akan mendengarkan doa kita? Apa iya Tuhan akan menjawab doa kita?

Janganlah sampai kita tidak percaya sodara, Tetapi setialah dan bertekunlah dalam doa dan tunjukan kepadaNya betapa kita mengasihi Dia dan mempercayai Dia, Allah satu-satunya yang menyediakan segala yang kita butuhkan.

Sebab ada tertulis dalam Yakobus 1:5-8 mengatakan “Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan tidak membangkit-bangkit, maka hal itu akan diberikan kepadanya. Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin. Orang yang demikian janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan. Sebab orang yang mendua hati tidak akan tenang dalam hidupnya”

Faith builds upon faith, Iman dibangun atas iman percaya kita kepada Tuhan.
Saat kita percaya kepada Tuhan, dan melihat bukti kasihNya kepada kita seharusnya kita semakin percaya dan lebih percaya dan bergantung pada KuasaNya.

Sodara yang dikasihi Tuhan, ada sebuah kisah tentang seorang pendaki gunung yang terjatuh dari ketinggian. Saat pendaki ini terjatuh, dia masih bisa meraih batang pohon dan dia memegang erat batang pohon tersebut untuk dapat bertahan hidup. Namun tiba-tiba si pendaki ini menjadi sangat religious, dan dia berteriak keatas ke arah surga. Apakah ada orang di atas sana? Tolong bantu saya!” Dia meneriakan ini 3 sampai 4 kali saudara.

Dan akhirnya terdengar suara yang sangat dalam dan dalam berkata, Ya, Aku di sini. Lepaskanlah pegangan itu dan Aku akan menjagamu.” Si pendaki gunung kembali berpikir dalam beberapa menit sambil masih berpegangan pada dahan pohon tersebut dan kemudian dia berteriak lagi saudara, Apakah ada orang lain di atas sana?”

Saudara, kita diibaratkan seperti pendaki gunung itu. Kita ingin tahu apakah ada orang di atas sana yang mengisi kekosongan dan kesepian kita. Apakah ada yang mendengar keluh kesah dan tangisan kita?

Tetapi ketika ada seseorang yang merespon kita, kita gak mau orang itu meminta kita untuk melepaskan apa yang kita pegang kuat saat ini. Kita masih mau egois, kita masih bersikeras kalau cuma kita yang bisa memegang kendali atas hidup kita.  Maka dari itu, iman sangat penting bagi kita untuk dapat melepaskan dan membiarkan Tuhan yang bekerja dan memegang kendali atas hidup kita.

2 Korintus 5:7 mengatakan pada kita “sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat

LIVE BY FAITH, NOT BY SIGHT

Mari sama-sama kita renungkan hal ini, dan belajar menyerahkan kehidupan kita kepada Tuhan dan hiduplah oleh iman percaya kita kepada Tuhan.  Yakinlah dan percayalah, DIA akan selalu menyertai kita. AMIN

Terima Kasih Bapak Ibu Saudara, Tuhan Yesus Berkati Senantiasa, Haleluya

Diperbaharui

Diperbaharui

DiperbaharuiKemerosotan moral yang terjadi di dunia sudah begitu meluas di berbagai bidang dan kalangan. Dalam era post-modern dan post-truth ini kebenaran menjadi sangat bias dan standar moral sudah hampir mencapai titik terendah dalam sepanjang sejarah umat manusia....

Esensi Cool

Esensi Cool

Esensi Cool  Sebagai orang yang tertanam di GBI Jl. Jend. Gatot Subroto, tentu sudah tidak asing dengan istilah COOL atau Community of Love yang merujuk pada komunitas/kelompok sel tempat orang percaya bersekutu, berinteraksi, mempraktekkan kasih, saling...

Firman Tuhan dan Dunia

Firman Tuhan dan Dunia

Firman Tuhan dan Dunia“Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” Mazmur 119:105 Ayat di atas ditulis oleh Raja Daud ribuan tahun yang lalu, bahkan sebelum zaman Yesus Kristus lahir dan melayani di muka bumi. Di zaman sekarang ini timbul pertanyaan:...

Pemuridan Vokasional

Pemuridan Vokasional

Pemuridan Vokasional“Sebab kamu sendiri tahu, bagaimana kamu harus mengikuti teladan kami, karena kami tidak lalai bekerja di antara kamu.”  2 Tesalonika 3:7 “Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari...

Silakan share :