5 Menit Yang Memberkati Blessed in 5 Minutes

 

 

Edisi 67

Bijak Bersosial Media

Dibawakan oleh Jane Sabella Sasmita

 

Shalom, saudara-saudara yang terkasih dalam Tuhan.

Pada edisi Blessed in 5 Minutes hari ini saya akan membagikan tentang Bijak Bersosial Media.

Tak dapat dipungkiri bahwa saat ini media sosial tidak bisa dipisahkan dari kehidupan kita sehari-hari. Melalui media sosial kita bisa saling terhubung dengan saudara teman-teman dan kerabat yang lokasinya berjauhan dengan kita menjadi sumber berita dan salah satu hiburan dikala merasa bosan. Di waktu pandemi media sosial membuat kita dapat mengetahui informasi terupdate tanpa harus keluar rumah sehingga mengurangi risiko terpapar virus.

Media sosial sangat bermanfaat jika digunakan dengan benar dan bijaksana. Namun, media sosial juga dapat memberikan dampak buruk bagi kita jika tidak berhati-hati menggunakannya. Semua orang bebas berekspresi di media sosial. Hal ini mengakibatkan banyak orang bebas mengunggah konten-konten yang tidak bermanfaat contohnya hoax yang disebar di media sosial seperti Facebook, Instagram, Whatsapp, dll.

Dalam kamus besar bahasa Indonesia, hoax diartikan sebagai informasi bohong. Dampak dari hoax sangat buruk karena dapat mengakibatkan kecelakaan atau bencana bagi orang yang membaca atau mendengarnya tanpa mencari tahu kebenaran dari apa yang dibaca atau didengarnya. Contohnya adalah hoax mengenai adanya chip yang disuntikkan bersama dengan vaksin covid yang menyebabkan banyak orang enggan divaksin, serta contoh lainnya adalah ajakan untuk melakukan investasi dengan diimingi jumlah imbal balik besar dalam waktu singkat yang berujung pada kerugian  secara materi karena investasi tersebut merupakan investasi bodong.

Selain hoax, contoh konten media sosial yang kurang baik adalah yang menampilkan perilaku hidup hedonisme. Jika kita banyak melihat konten-konten seperti itu diri kita lambat laun dapat terpengaruh dan membuat kita ingin mengikuti apa yang kita lihat tersebut. Mungkin awalnya kita merasa cukup dengan apa yang kita miliki, tetapi karena terlalu sering melihat orang lain yang gaya hidupnya mewah akhirnya kita tertarik untuk memiliki standar hidup seperti mereka hanya untuk kesenangan pribadi semata.

Tuhan Yesus mengajarkan dalam Matius 6:22-23: Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu; jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu. Dalam ayat tersebut dikatakan bahwa mata adalah pelita tubuh. Seperti lilin atau lampu yang membuat sekeliling kita menjadi terang, mata kita ini adalah salah satu jalan masuk utama bagi informasi dan pengetahuan ke dalam diri kita.

Sebagai anak-anak Tuhan, kita harus bijaksana dalam mengonsumsi konten-konten media sosial. Jika tidak, kita akan terus melihat konten-konten yang tidak bermanfaat sehingga menimbulkan dampak buruk bagi diri kita sendiri dan bisa jadi tanpa sadar kita juga ikut menyebarkan konten-konten tidak bermanfaat tersebut kepada sekeliling kita. Biasakan diri kita mencari informasi dari berbagai sumber sehingga kita bisa mengetahui informasi tersebut hoax atau bukan. Jika informasi tersebut hoax, jangan ikut menyebarkannya. Alangkah baiknya jika kita beristirahat sejenak dari media sosial jika merasa lebih banyak melihat hal yang kurang baik. Hanya kita sendiri yang dapat mengendalikan diri kita dalam bermedia sosial. Kita dapat memilih untuk melihat hal baik atau hal buruk.

Senantiasa belajar agar memiliki pengetahuan yang luas dan minta tuntunan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari supaya kita diberikan hikmat untuk memilah hal-hal yang baik dan yang tidak di media sosial agar hidup kita  selalu dalam keadaan baik, dan gunakan media sosial untuk membagikan hal-hal bermanfaat. Seperti memberi kesaksian tentang  kebaikan Tuhan dalam kehidupan kita sehingga banyak orang juga dapat terberkati.

Sekian Blessed in 5 Minutes hari ini, selamat beraktivitas dan Tuhan Yesus memberkati.

Diperbaharui

Diperbaharui

DiperbaharuiKemerosotan moral yang terjadi di dunia sudah begitu meluas di berbagai bidang dan kalangan. Dalam era post-modern dan post-truth ini kebenaran menjadi sangat bias dan standar moral sudah hampir mencapai titik terendah dalam sepanjang sejarah umat manusia....

Esensi Cool

Esensi Cool

Esensi Cool  Sebagai orang yang tertanam di GBI Jl. Jend. Gatot Subroto, tentu sudah tidak asing dengan istilah COOL atau Community of Love yang merujuk pada komunitas/kelompok sel tempat orang percaya bersekutu, berinteraksi, mempraktekkan kasih, saling...

Firman Tuhan dan Dunia

Firman Tuhan dan Dunia

Firman Tuhan dan Dunia“Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” Mazmur 119:105 Ayat di atas ditulis oleh Raja Daud ribuan tahun yang lalu, bahkan sebelum zaman Yesus Kristus lahir dan melayani di muka bumi. Di zaman sekarang ini timbul pertanyaan:...

Pemuridan Vokasional

Pemuridan Vokasional

Pemuridan Vokasional“Sebab kamu sendiri tahu, bagaimana kamu harus mengikuti teladan kami, karena kami tidak lalai bekerja di antara kamu.”  2 Tesalonika 3:7 “Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanya pun ia tidak akan menyimpang dari...

Silakan share :