Hiduplah Oleh Roh

RENUNGAN KHUSUS

Zakaria 4:6

“Maka berbicaralah ia, katanya: “Inilah firman Tuhan kepada Zerubabel bunyinya: Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan melainkan dengan roh-Ku, firman Tuhan semesta alam

Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya. Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit. Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri. Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata: “Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea? Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita: kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia, Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma, baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah.” Mereka semuanya tercengang-cengang dan sangat termangu-mangu sambil berkata seorang kepada yang lain: “Apakah artinya ini?” Tetapi orang lain menyindir: “Mereka sedang mabuk oleh anggur manis.” Kisah Para Rasul 2:1-13

Hiduplah Oleh Roh

“Maka berbicaralah ia, katanya: “Inilah firman TUHAN kepada Zerubabel bunyinya:

Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan,

melainkan dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam.

Zakharia 4:6

 

Roh Kudus adalah sumber kekuatan kita. Kita adalah anak-anak Allah yang telah lahir baru dari Roh Allah, dirancang Tuhan untuk hidup selaras dengan kehendak Tuhan. Manusia rohani kita selalu mengingini apa yang berasal dari Tuhan, sehingga hidup kita dapat mencerminkan Tuhan dan menghadirkan kenyataan Yesus melalui hidup kita. Kuasa Roh Kuduslah yang mengerjakan perwujudannya dalam hidup kita. Gaya hidup serupa Kristus dibangun dalam kita oleh karya Roh Kudus.

 

Ketika Tuhan berkata: “Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku, …” Dia menghendaki agar kita hidup oleh kuasa Roh Kudus. Itulah hidup oleh Roh Kudus yaitu menghadirkan karakter Kristus. Kita menghidupi gaya hidup yang senantiasa mengandalkan Roh Kudus. Firman Tuhan inilah yang memilah, antara hidup oleh kekuatan dan kemampuan manusiawi, ataukah kita hidup oleh kemampuan Roh Allah. Tuhan  memperingatkan kita untuk jangan bersandar kepada kekuatan manusia. Bukan dengan kekuatan atau keperkasaan kita, melainkan oleh kemampuan Roh Allah. Hiduplah oleh Roh.

 

Kontras dari ‘hidup oleh Roh’ adalah ‘hidup menurut daging’;  yaitu mengikuti hawa nafsu kedagingan. Hidup oleh Roh akan menghasilkan buah Roh, yaitu kasih, sedangkan hidup oleh daging menghasilkan ‘buah daging’, yaitu melawan Tuhan dan melakukan yang jahat. Tuhan menginginkan kita berbuah Roh, dan buah yang ketika ‘dimakan’ terasa  manisnya oleh banyak orang. Seharusnya keinginan natural kita sebagai anak-anak Allah adalah menghasilkan buah Roh. Kerinduan itu sudah tertanam di hati kita sejak kita lahir baru oleh Roh Kudus menjadi anak Allah.

 

Karena itu kita harus membangun persahabatan dengan Roh Kudus. Kita harus mengenal dan mengalami Roh Kudus semakin mendalam. Roh Kudus adalah sumber kita yang memberikan hidup Illahi, hikmat, pengertian, kekuatan, keberanian bagi kita untuk hidup setiap hari dalam kehendak-Nya. Dialah kekuatan kita untuk menyelesaikan panggilan-Nya atas hidup kita.

 

Dalam Aliran Sungai Roh Kudus

Roh Kudus digambarkan dalam Alkitab sebagai sebuah sungai. Kita harus mengikuti gerakan aliran sungai Roh Kudus. Aliran itu harus terus mengalir di dalam hati kita, dan membuat hidup kita terus bergerak di dalam aliran-Nya.

 

Dalam Yohanes 7: 37-39, Tuhan berbicara bahwa aliran Roh Kudus mengalir di hati orang percaya. Aliran kehidupan itu kemudian mengalir keluar dari hidup kita sebagai Roh Kudus dan karya Roh Kudus yang memberkati orang lain. Aliran Roh Kudus di dalam kita membuat kita dikenyangkan dengan damai sejahtera dan hikmat Allah. Hidup kita menjadi bermakna dan menyentuh kehidupan orang lain dengan kebaikan-Nya. Orang di sekitar kita merasakan atmosfir kedamaian ketika bersinggungan dengan hidup kita. Kata-kata yang berisi hikmat Allah menjadi jiwa dan nyawa dari ucapan kita, sehingga orang lain dibangun dan dikuatkan. Itulah aliran Roh yang mengalir dari dalam roh kita. Kita membawa keluar aliran air hidup  yang menyentuh orang lain yang membutuhkan kebaikan Tuhan. Bukan oleh kekuatan kita, melainkan oleh Roh Kudus yang ada di dalam kita.

 

Roh Pewahyuan

Roh Kudus adalah Roh yang mewahyukan Yesus (Efesus 1:19), sehingga kita memiliki pengenalan akan Kristus dengan pemahaman surgawi. Mengenal Kristus di kedalaman hati dan memahami rancangan-Nya dengan pertolongan Roh Kudus. Pengenalan akan Kristus, dan keinginan hati kita untuk menjadi serupa Kristus bersumber dari Roh Kudus. Dia mewahyukan Kristus dan kebenaran-Nya kepada kita. Hidup dalam pewahyuan Kristus dan pengenalan yang mendalam membuat kuasa Roh Kudus leluasa berkarya dalam hidup kita.

Pengenalan Kristus oleh pewahyuan Roh Kudus membuat kita mengikuti gaya hidup Kristus. Kita menjadi orang yang berbeda dengan dunia. Perilaku kita makin selaras dengan surga, dan kontras dengan keduniawian. Apa yang dicintai dunia bukan lagi kesukaan kita. Apa yang disukai Tuhan menjadi hal yang utama dalam hidup kita, walaupun ditentang oleh dunia. Yesus menjadi model dan gaya hidup kita oleh karya Roh Kudus. Sebagaimana kehadiran Kristus di bumi untuk menghadirkan Kerajaan Allah, maka oleh Roh Kudus kita menjadi orang-orang yang menghadirkan Kerajaan Allah. Yaitu kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh karya Roh Allah dan kuasa-Nya. (Roma 14: 17; 1 Korintus 4: 20).

 

Pikiran Kerajaan Allah oleh Roh Kudus

Tuhan mau agar didalam hidup ini;  kita mengutamakan Kerajaan Allah, maksudnya memanifestasikan Kerajaan Allah dalam hidup kita.

 

“…. datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.” Matius 6:10

“Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”  Matius 6:33   

 

Kerajaan Allah bukanlah hal-hal jasmaniah, melainkan kebenaran surgawi yang penuh damai dan sukacita oleh Roh Kudus (Roma 14:17). Roh Kuduslah yang membuat kita memahami dan mengalami Kerajaan Allah. Ketika Kerajaan Allah dan Sang Raja menjadi pusat pikiran dan fokus kita, maka pikiran Kerajaan Allah akan terbangun dalam kita. Pola pikir kita dibangun menjadi selaras dengan pikiran Kristus. Ketika mengalami perjumpaan dengan Sang Raja, maka kita menerima pikiran-Nya menjadi pikiran kita.

Di dalam penyembahan kita kepada Tuhan dan perenungan akan firman-Nya, maka pikiran Kristus meresap ke dalam pengertian dan menjadi pemikiran kita yang baru.

  • Pikiran kita semakin terbuka terhadap perkara-perkara yang diatas.
  • Kita semakin peka akan kehadiran Roh Kudus.
  • Pikiran kita diperkaya dan terus dialiri dengan pewahyuan tentang siapakah Dia sesungguhnya.
  • Hidup kita mengekspresikan kehadiran Roh Kudus yang hidup didalam kita – kepada orang-orang disekitar kita.

 

Hidup Dalam HadiratNya

Seorang yang telah masuk ke dalam perhentian di hadirat Tuhan, akan beralih dari yang tadinya bersumber kepada diri sendiri menjadi bersumber kepada Roh Kudus.

 

“Sebab barangsiapa telah masuk ke tempat perhentian-Nya, ia sendiri telah berhenti dari segala pekerjaannya, sama seperti Allah berhenti dari pekerjaan-Nya. Karena itu baiklah kita berusaha untuk masuk ke dalam perhentian itu, supaya jangan seorangpun jatuh karena mengikuti contoh ketidaktaatan itu juga.”  Ibrani 4: 10, 11

 

Adalah pilihan dan keputusan kita untuk masuk ke dalam perhentian dan terus menerus tinggal dalam hadirat-Nya. Kita memutuskan untuk menyangkal dan menyalibkan keinginan manusiawi, agar dipenuhi dengan kehendak Allah dan keinginan yang Ilahi.

Keinginan kita ditundukkan untuk selaras dengan keinginan Tuhan. Bukan melakukan dengan cara manusia, melainkan menurut cara Tuhan. Bukan menurut waktu dan agendanya sendiri, melainkan menurut waktu Tuhan, seturut agenda Tuhan. Semuanya dilakukan dengan kekuatan Roh Kudus. Maka Roh Kudus menguasai arena yang luas dalam hidup kita ketika kita sedang berada dalam hadirat Tuhan. Dialah mendominasi hidup kita, sehingga kita sepenuhnya dikendalikan oleh Roh Allah.

Karena itu teruslah  mengejar untuk tenggelam dalam hadirat-Nya, dan di dalam hadirat-Nya mengerjakan kita tugas yang Tuhan berikan untuk kita selesaikan. Kita akan mendapati bahwa diri kita sedang bekerja dengan hati yang rest, penuh damai sejahtera.

Jika kita telah melakukan ini, maka kita akan melihat buahnya, yaitu Allah bisa berbuat banyak menjamah dan mengubah hidup orang lain melalui kehidupan kita. Itu semua bisa terjadi karena Dia mendapati kita sebagai pijakan-Nya di bumi untuk melakukan semua itu. Amin. (MG)

Sumber : Warta Pusat HMMinistry

Adalah pilihan dan keputusan kita untuk masuk ke dalam perhentian dan terus menerus tinggal dalam hadirat-Nya. Kita memutuskan untuk menyangkal dan menyalibkan keinginan manusiawi, agar dipenuhi dengan kehendak Allah dan keinginan yang Ilahi.

Silakan share :