RENUNGAN KHUSUS

BELAS KASIHAN

Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu,

adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?”

Jawab orang itu: “Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya.”

Kata Yesus kepadanya: “Pergilah, dan perbuatlah demikian!”

Lukas 10:36-37


Belas kasihan adalah topik yang banyak sekali dibicarakan di dalam Firman Allah. Kata Yunani untuk “belas kasihan” adalah ‘eleos’ yang memiliki pengertian yaitu “belas kasihan, kebaikan dan kerelaan hati untuk menolong.” Jika Alkitab menyatakan hal itu berulang kali maka penting bagi kita sebagai orang percaya untuk mengetahui, memahami dan melakukannya dengan sungguh-sungguh.

Beberapa alasan kita untuk menunjukkan belas kasihan:

1. Meneladani Tuhan Yesus (Matius 9:36)

“Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah terlantar seperti domba yang tidak bergembala”.

Pelayanan Tuhan Yesus di muka bumi ini didasari oleh belas kasihan. Alasan Tuhan Yesus datang, melayani dan membuat mujizat bahkan sampai mati di kayu salib, semua itu dilakukan-Nya karena belas kasihan. Tuhan Yesus juga mengajar tentang belas kasihan dengan perumpamaan.

“Jawab Yesus: “Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati. Kebetulan ada seorang imam turun melalui jalan itu; ia melihat orang itu, tetapi ia melewatinya dari seberang jalan. Demikian juga seorang Lewi datang ke tempat itu; ketika ia melihat orang itu, ia melewatinya dari seberang jalan. Lalu datang seorang Samaria, yang sedang dalam perjalanan, ke tempat itu; dan ketika ia melihat orang itu, tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyak dan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya. Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kau belanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali. Siapakah di antara ketiga orang ini, menurut pendapatmu, adalah sesama manusia dari orang yang jatuh ke tangan penyamun itu?” Jawab orang itu: “Orang yang telah menunjukkan belas kasihan kepadanya.” Kata Yesus kepadanya: “Pergilah, dan perbuatlah demikian!”
Lukas 10:30-37

Orang Samaria itu mengambil sikap yang berbeda dengan imam dan orang Lewi. Orang Samaria memiliki hati yang tergerak oleh belas kasihan, ia tidak hanya melihat saja, tetapi membuktikannya dengan menolong orang itu. Jadi, berbelas kasihan artinya memberi pertolongan atas dasar kasih tanpa mengharapkan imbalan. Sebagai orang percaya kita wajib mengikuti teladan Yesus memiliki hati yang berbelas kasihan.

2. Karena Kita Sudah Terlebih Dahulu Menerima Belas Kasihan (Matius 18:23-34)

Mengenakan belas kasihan harus menjadi landasan hidup kita, sebab sebagai orang yang percaya kita sudah terlebih dahulu menerima belas kasihan dari Allah yang telah memberikan kepada kita anugerah keselamatan lewat kasih karunia-Nya yang besar yang dikerjakan oleh Tuhan Yesus Kristus.

Menunjukkan belas kasihan kepada orang lain adalah cara kita membalaskan belas kasihan yang telah Allah berikan kepada kita. Bahkan bukan hanya belas kasihan saja namun juga kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan serta kesabaran, semuanya ini yang harus mengisi kehidupan kita sehari-hari.

Perumpamaan yang Yesus nyatakan dalam Matius 18 menceritakan tentang seorang yang tidak menunjukkan belas kasihan kepada temannya meskipun dia sudah menerima belas kasihan. Orang tersebut menerima belas kasihan raja karena tidak sanggup melunasi hutangnya, namun Ia tidak mau menunjukkan belas kasihan kepada temannya yang berhutang. Akibat perbuatannya ini maka raja menghukum dia. Ingatlah kita perlu menunjukkan belas kasihan karena kita sudah terlebih dahulu menerimanya dari Tuhan sebagai Raja kita.

3. Menjadi Saksi Kristus (Yohanes 13:34-35)

Predikat kita sebagai “orang Kristen” artinya pengikut Kristus, yaitu orang-orang yang mencerminkan karakter Kristus. Jadi ketika kita menunjukan belas kasihan, kita sedang menggambarkan siapakah Kristus itu. Dengan menghidupi hal itu, secara tidak langsung kita sedang menjadi saksi Kristus. Itulah sebabnya firman Tuhan selalu mengingatkan kita supaya mengenakan belas kasihan, selama kita masih hidup di dunia ini, dan sebagai landasannya adalah kasih yang akan mempersatukan dan menyempurnakan (Kolose 3:14).

Salah satu tanda utama dan bukti bahwa kita adalah orang Kristen (pengikut Kristus) adalah kasih. Tuhan Yesus berkata, “Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.” (Yohanes 13:35)

Jadi pengikut Kristus wajib mengikuti teladan Kristus, di mana kasih menjadi gaya hidup kita sehari-hari. Belas kasihan lahir dari kasih.

“Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.”
Kolose 3:12-13. (FB)

Sumber : Warta Pusat HMMinistry


 

Silakan share :