Pdm Irwan Ambarita

Ibadah raya 123 - minggu, 07 Juli 2019
Rekaman Khotbah : Pdm Irwan Ambarita
Ibadah Raya 123 – Minggu, 07 Juni 2019 di GBI Bumi Anggrek Bekasi

Ringkasan Khotbah

Amanat Agung Bagi Kita

Tahun Kelahiran Baru = Hati yang baru, Roh yang baru dan hati yang semakin taat

Yesaya 6:1-8 Dalam tahun matinya raja Uzia aku melihat Tuhan duduk di atas takhta yang tinggi dan menjulang, dan ujung jubah-Nya memenuhi Bait Suci. Para Serafim berdiri di sebelah atas-Nya, masing-masing mempunyai enam sayap; dua sayap dipakai untuk menutupi muka mereka, dua sayap dipakai untuk menutupi kaki mereka dan dua sayap dipakai untuk melayang-layang. Dan mereka berseru seorang kepada seorang, katanya: “Kudus, kudus, kuduslah TUHAN semesta alam, seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya!”  Maka bergoyanglah alas ambang pintu disebabkan suara orang yang berseru itu dan rumah itupun penuhlah dengan asap. Lalu kataku: “Celakalah aku! aku binasa! Sebab aku ini seorang yang najis bibir, dan aku tinggal di tengah-tengah bangsa yang najis bibir, namun mataku telah melihat Sang Raja, yakni TUHAN semesta alam.” Tetapi seorang dari pada Serafim itu terbang mendapatkan aku; di tangannya ada bara, yang diambilnya dengan sepit dari atas mezbah. Ia menyentuhkannya kepada mulutku serta berkata: “Lihat, ini telah menyentuh bibirmu, maka kesalahanmu telah dihapus dan dosamu telah diampuni.”  Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: “Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?” Maka sahutku: “Ini aku, utuslah aku!”

Serafim adalah malaikat Tuhan
Tanpa jejak = tidak mengingat masa lalu, apa yang sudah kita kerjakan
Tutup mata = dan apa yang telah kita lihat juga jangan diingat-ingat
Musa adalah utusan Tuhan yang paling sukses yang membawa 3 juta bangsa israel
Yesaya : Ini aku Tuhan utuslah aku. Ada konsekuensi bagi yang telah mengikatkan diri. Seperti juga pernikahan atau pekerjaan atau apapun. Tanggung jawab = keadaan wajib untuk menangggung segala sesuatunya, dan jika tidak dilakukan boleh dikenakan sanksi.

Contoh : sebagai anak melakukan cuci piring, membereskan tempat tidur dll. Sebagai pekerja di kantor datang tepat waktu dan mengerjakan tugas dengan baik.
Seperti Yesaya mau diutus, kita juga harus mau menanggung amanat agung Tuhan Yesus. Karena kita sudah mau menjadi orang Kristen atau tubuh Kristus. Tanggung jawab kita memberitakan Injil.
Apa tanggung jawab kita ? Sebagai utusan menyelesaikan tugas tanggung jawab kita dan setelah selesai kembali kepada pengutus. Yerusalem, Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi. Lihat di tengah keluarga kita apakah ada yang harus dibereskan. Lingkungan kita dan kota kita, lebih luas lagi negara kita, adakah yang harus didoakan. Catat dalam hati kita, apa yang menjadi beban kita. Gumuli dan doakan sampai itu terjadi. Kita adopsi pergumulan itu dan menjadikan sebagai amanat agung bagi kita semua. Seperti Duta Besar selesai tugas dipindahkan ke negara lain.

Yunus 1-3
Yunus diminta ke Niniwe, namun pergi ke Yafo untuk melarikan diri ke Tarsis yang jauh dari hadapan Tuhan

A. JANGAN LARI DARI TUHAN

Mengapa Yunus lari dari hadapan Tuhan?

1) Yunus lari karena merasa berdosa sehingga takut pergi mengikuti perintah Tuhan. Kita juga sering merasa itu bukan tugas saya, tapi tugas para pendeta dan pengerja. Karena merasa berdosa. Padahal kita sudah dibaptis dan memperoleh kasih dan kuasa Tuhan. Ingat jauhi dosa agar tidak menggagalkan rencana Tuhan dalam hidup kita. Jangan ingat-ingat masa lalu kita.

2) Yunus kecewa karena Niniwe sering mengecewakan Israel, dan tidak mau Niniwe diselamatkan. Stoplah berkata-kata dan mendengar untuk kata-kata yang mengecewakan dan tidak perlu. Apa yang tadi telah kita adopsi sebagai amanat agung kita adalah sesuatu yang tidak mudah bahkan mungkin tidak mungkin. Secara manusiawi tidak mudah. 

 

Dan jangan menyalahkan Tuhan atas beban adopsi kita tadi. Karena Tuhan telah menjadikan kita menjadi biji mata Tuhan. Karena itu jangan kita kecewa, kita telah mendapatkan kasih karunia Tuhan, dan harus kita bagikan bahkan kepada orang-orang yang telah mengecewakan kita.

3) Daya tarik dunia. Tarsis adalah kota perdagangan dan pelabuhan. Banyak perjudian, prostitusi, uang berlimpah dsb. Padahal bukan uang yang membuat kita tenang, tapi hanya dekat dengan Tuhan saja. Datang pada Tuhan. Membaca Alkitab dan berdoa pada Tuhan. Pasang sinyal terbaik untuk mendekat pada Tuhan. Naik ke Menara Doa untuk mendapatkan charge penuh dari Tuhan. Sehingga ketika masalah datang kita mempunyai respon yang tepat, tidak membuat kita menjadi berat tapi ada kelegaan.

B. JANGAN MENGHAKIMI ATAU TARUH PANDANGAN TIDAK BAIK PADA ORANG LAIN
Jangan melawan Tuhan dan menjadi orang munafik. Kita tidak tahu apa maksud Tuhan tentang orang itu. Kita tidak menghakimi atau menghukum orang atau tempat yang kita gumuli, tapi kita doakan agar Tuhan melepaskan berkat atas orang dan tempat itu.
Yunus masuk ke perut ikan 3 hari dan dimuntahkan, dan Tuhan utus kembali tetap ke Niniwe. Untung masih sempat bertobat. Bagaimana jika tidak ada kesempatan kedua? Seperti Yudas yang langsung masuk neraka. Marilah kita bertobat sebab Kerajaan Allah sudah dekat. Injury time .

Matius 7:1-5  “Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu. Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?  Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu. Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.”

mari bereskan hati kita, sebelum kita bicara kepada orang lain untuk membereskan hatinya. Jangan terlalu banyak mendengar hal yang tidak baik dari orang lain, lihat diri kita apakah sudah baik. Lihat berkat dan kemurahan Tuhan pada diri kita, yang mungkin dosanya lebih banyak, tapi telah mendapatkan pengampunan Tuhan.

Gembala Pembina minta untuk kita semua menambahkan talenta pada diri kita. Jangan iri hati pada talenta orang lain. Dan unity adalah sesuatu yang utama, baik suami istri, gereja, hamba Tuhan. Dan unity dalam berdoa, maka kemuliaan Tuhan akan turun atas keluarga, gereja dan negara kita.
Jadi jangan munafik yang memperhatikan kesalahan orang lain lebih besar daripada kekurangan dan kesalahan diri kita sendiri. Biarlah orang yang telah dipilih yang menjadi penilai dan penghakim.

C. JANGAN LUPA MENGINJIL

Yunus artinya merpati. Banyak acara di Nana ditandai dengan melepaskan merpati, seperti Asian Games di Indonesia tang lalu. Ini ingin memberikan tanda damai. Jadi Tuhan mau kita diutus menjadi pembawa damai. Jika diutus membawa keributan, maka bukan salah utus tapi salah tujuan.

– Merpati tidak punya empedu, artinya tidak ada kepahitan
-Merpati adalah unggas yang setia, 1 jantan dan 1 betina. 1 mati yg lain ikut mati
– Merpati dibawa kemanapun selalu kembali.
Seperti orang Kristen tidak lupa kembali ke rumahnya.

Bahkan dalam keadaan lemah dan setiap kesempatan, kita tetap menjadi penginjil, memberitakan kebaikan Kristus.
Kesaksian sakit sembuh tanpa obat, tapi karena Tuhan sembuhkan. Bahkan memberikan karunia kesembuhan dengan kesepakatan iman dan kuasa Tuhan. Mujizat masih ada.

Silakan share :